Asal Usul Dukuh Karang Boyo
Pada zaman dahulu, ada sebuah dukuh yang bernama karang bolong yang
terletak di Desa Kranggan. Nama “Karang” diambil dari kata Kranggan . Sedangkan
kata Bolong sebab, di Dukuh tersebut terdapat sebuah gua yang terletak di bawah
sebuah kebun yang mana kebun tersebut dikenal dengan keangkerannya yang
menjadikan tidak ada seorangpun yang berani memasukinya. Gua tersebut diberi nama Gua Kakang Gandhi karena,
seseorang Kiai bernama Kakang Gandhi yang mempunyai kesaktian yang hebat
berhasil memasuki Gua tersebut sampai menemukan tembusan Gua tersebut yang
bertembusan dengan Gua Pakis. Maka dari itu, Gua tersebut diberi nama Kakang
Gandhi. Dengan adanya gua tersebut menjadikan dukuh tersebut terdapat lubang di
bawah dukuh tersebut. Kata bolong berasal dari bahasa jawa yang berarti
berlubang. Maka jadilah Dukuh Karang Bolong.
Setelah Kiai Kakang Gandhi berhasil memasuki gua tersebut beliau berkelana
mengajar ilmu agama kepada orang-orang yang masih kurang mengetahui tentang ilmu
agama. Setelah Kiai Kakang Gandhi meninggalkan dukuh tersebut, Munculah seekor
buaya siluman yang ingin membalas dendam karena ada yang berani memasuki Guanya.
Buaya tersebut sering memakan warga-warga ketika mereka sedang berjalan
sendirian malam-malam. Wargapun resah dan mereka bermusyawarah bagaimana cara
agar buaya tersebut tidak memakan korban jiwa lagi. Salah satu warga menawarkan
diri untuk mencari Kiai Kakang Gandhi dan warga lainpun menyutujuinya. Akhirnya
warga tersebut berhasil menemukan Kiai Kakang Gandhi. Setelah mendengar berita
tersebut Kiai Kakang Gandhi memutuskan untuk kembali ke dukuh karang bolong dan
bertarung dengan buaya yang sering memakan warga tersebut. Pertarungan
sengitpun terjadi dan Kiai Kakang Gandhi memenangkan pertarungan tersebut dan
buaya silumanpun meninggal.
Akhirnya Kiai Kakang Gandhi mengubur buaya siluman tersebut di Gua Kakang
Gandhi dan menutup gua tersebut dengan kesaktiannya. Kemudian Kiai Kakang
Gandhi melanjutkan kembali perjalanannya. Akhirnya dukuh yang bernama Karang
Bolong berganti nama menjadi Dukuh Karang Boyo. Seiring berkembangnya zaman
dukuh karang boyo memisahkan diri dari desa kranggan dan ikut dengan desa tanjung
sari karena letaknya yang lebih dekat dengan desa tanjung sari dari pada desa
kranggan. Dan sampai sekarang masih menggunakan nama dukuh “Karang Boyo”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar